SIGAB NH tanggap bencana
Salah satu sesar itu bernama Sesar Naik Mamuju yang berlokasi di lepas pantai Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Aktivitas sesar tersebut dua hari terakhir memicu gempabumi diatas 5 SR (tanggal 14 Januari 2021 siang sebesar 5,9 SR dan dua belas jam kemudian sebesar 6,2 SR pada tanggal 15 Januari dini hari).
Dampak dari 2x gempa beruntun ini ada 15.000 penyintas mengungsi, 13 terlapor butuh evakuasi dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat rusak berat (hancur parah).
Direktur Pendistribusian Pendayagunaan LAZNAS Nurul Hayat, Kholaf Hibatullah menyampaikan, “ Indonesia sedang dihadapi berbagai musibah dan bencana alam, sudah menjadi kewajiban kami juga sebagai lembaga social dan kemanusiaan melalui SIGAB (Aksi Tanggap Bencana) Nurul Hayat untuk bergerak dalam kebencanaan. Di tahun-tahun sebelumnya, SIGAB Nurul Hayat sudah banyak berpartisipasi dalam kebencanaan yang melanda Indonesia, dan akan terus merespon dan mengoptimalkan seluruh resource dan jaringan di Indonesia. Alhamdulillah saat ini, SIGAB Nurul Hayat turun tangan jaringan cabang Nurul Hayat Banjarmasin beserta 2 relawan dari Surabaya untuk membantu di Kalimantan Selatan. Dan 3 relawan lainnya di Majene Sulawesi Barat untuk membantu respon menyisir korban dan meninjau kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak gempa disana.”
LAZNAS Nurul Hayat juga mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersama-sama, bergotong-royong dalam meringankan saudara-saudara kita di Indonesia yang tertimpa bencana. Melalui platform zakatkita.org, LAZNAS Nurul Hayat mengajak masyarakat Indonesia yang lainnya untuk ikut serta gotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
Komentar
Posting Komentar