Zakat secara online, bolehkah??

 Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Amirsyah Tambunan, bahwa berzakat online sebenernya diperbolehkan asalkan semua rukun dan zakat terpenuhi. Dalam Rukun zakat, unsur yang terpenting dalam zakat adalah pemberi zakat, harta zakat dan penerima zakat. Seorang pemberi zakat atau muzakki haruslah orang yang memiliki harta mencapai syarat nishab atau memenuhi kriteria wajib zakat. Sedangkan harta zakat adalah harta yang diperbolehkan sebagai zakat. Sementara penerima zakat haruslah orang yang benar-benar berhak menerima zakat atau 8 golongan asnaf. Sedangkan ijab qobul yang tidak didapati pada zakat online, bukanlah salah satu rukun zakat.

Melalui zakatkita.org yang dikelola langsung LAZNAS NH Zakat Kita, Kami akan memastikan bahwa zakat yang dipercayakan ke LAZNAS NH Zakat Kita akan disalurkan tepat kepada 8 golongan asnaf yang berhak menerima zakat. Karena LAZNAS NH Zakat Kita merupakan salah satu Lembaga Amil Zakat terbesar di Indonesia yang sudah dipercaya oleh banyak masyarakat.



Cara Bayar Zakat Online

  1. Hitung berapa dana yang harus dizakatkan

Hitung seluruh harta yang dimiliki. Jika harta telah mencapai nisab selama satu tahun, maka wajib membayar zakat maal. Jika penghasilan dari profesi juga telah mencapai nisab selama satu bulan, maka perlu dihitung zakatnya.

  1. Lafalkan niat zakat, minimal dalam hati

Syarat sah membayar zakat terletak dari niatnya. Jika kesulitan melafalkan bahasa arab, niat juga dapat dilafalkan di dalam hati dengan menggunakan bahasa Indonesia. Setelah menunaikannya, dianjurkan untuk membaca doa bayar zakat.

  1. Bayar zakat melalui aplikasi zakatkita

Buka aplikasi zakatkita Nurul Hayat di zakatkita.org, kemudian bayar zakatnya.



Komentar